August 07, 2018

Roller Coaster


Beberapa waktu belakangan, banyak hal terjadi di kehidupanku. Semua kejadian penting dan tidak penting itu kemudian terakumulasi, membuatku merasakan gejolak emosi yang sangat  tidak stabil. Repressing ekstrem, kata temanku. Aku menekan banyak perasaan sehingga yang keluar justru ekspresi berbeda dari apa yang kurasakan. Aku sedih, tapi aku terus tertawa. Aku marah, tapi aku banyak menangis. Aku bahagia, tapi aku selalu berteriak-teriak. Aneh, katanya.

Aku berpura-pura semuanya baik-baik saja, aku berpura-pura tidak merasakan apa-apa. Bukan, aku tidak bisa berbohong pada orang lain. Aku banyak membohongi diriku sendiri. Aku menularkan kalimat-kalimat positif pada setiap orang yang menghubungiku, tapi aku membiarkan kata-kata umpatan berlarian keluar dari mulutku setiap kali aku bercermin. Ini mengerikan. Aku penjahat yang mengerikan bagi diriku sendiri.

Kenapa aku bisa begini? Aku berusaha menemukan sumber permasalahan yang membuat emosiku setidakstabil ini. Setiap kali aku menelusuri akar permasalahannya, aku bertemu dengan sebuah pintu besar yang sama sekali tidak ingin kusentuh. Sebuah permasalahan yang membuatku merasa sangat ketakutan setiap waktu, sebuah permasalahan yang membuatku selalu memilih untuk menghindarinya daripada menghadapinya. Sungguh, ini salah sesuatu yang bertentangan dengan nasehat dan masukanku pada orang-orang. Hadapi saja, kataku setiap waktu. Sementara aku, masih berkutat dengan lubang besar ini, lubang besar yang selalu mengisapku ke dalam, entah kemanapun aku pergi.

Aku benci. Aku benci diriku yang pengecut ini. Aku benci diriku yang sama sekali tidak memiliki keberanian seperti orang lain ini. Semua kebencian ini terkumpul, terakumulasi, lalu membuatku membenci semua hal. Semua hal yang ada di hidupku. Aku merasa tidak berharga, aku merasa tidak berguna, aku merasa tidak pernah melakukan hal-hal baik untuk siapapun. Bahkan aku pernah bertanya-tanya, jika aku mati atau menghilang, adakah orang yang menangis untukku? Apakah mereka yang biasa lari padaku akan menggenggam tanganku saat aku terjatuh? Jawabannya, ya. Mereka akan ikut menangis dan menggenggam tanganku.

Kenapa aku masih merasa buruk? Kenapa aku masih merasa tidak aman? Karena aku belum menyelesaikan permasalahan terbesarku. Karena aku belum bisa menghadapi ketakutanku.

Aku terlalu takut dengan keluargaku.

Aku terlahir di keluarga yang tidak mengajarkan pengekspresian emosi. Jika aku sedih, aku tidak boleh banyak menangis. Jika aku bahagia, aku tidak boleh terlalu banyak tertawa. Jika aku marah, aku harus menahannya. Jika aku kecewa, aku harus menyimpannya. Hal-hal kecil ini, membuatku selalu takut untuk menangis, tertawa, marah ataupun kecewa. Aku harus menjadi anak perempuan yang ramah dan murah senyum, bagaimanapun perasaanku.

Ah, mungkin ini adalah hal sederhana. Bagi sebagian besar orang, hal seperti ini harusnya tidak menjadi sebuah masalah. Tapi bagiku, ini masalah besar. Hingga aku masuk usia dewasa, aku tidak pandai berkomunikasi dengan keluargaku. Aku hanya akan bertanya atau menjawab seperlunya, dan aku tidak ingin berbicara jika kurasa itu tidak perlu. Bagaimana perasaanku? Tersisihkan.

Aku selalu merasa belum menjadi anak perempuan yang cukup baik. Aku selalu merasa bahwa aku mengecewakan mereka. Aku selalu merasa bahwa mereka tidak nyaman bersamaku. Aku selalu merasa bahwa apapun yang kulakukan dan keputusan apapun yang kupilih adalah salah. Sampai di satu titik, aku merasa sangat tidak berguna. Aku ingin hidupku berhenti begitu saja.

Berapa kali aku berpikir seperti ini? Hampir setiap waktu. Aku tidak ingin melakukan apa-apa, bahkan untuk membahagiakan diriku sendiri. Aku mulai kehilangan selera makan, dan aku mulai tidak terlalu peduli lagi dengan hidupku. Sahabatku, teman-teman dekatku, mereka mulai melangkah ke fase berikutnya dalam kehidupan mereka, sementara aku masih di sini, melihat punggung mereka semakin menjauh karena berjalan terus ke depan. Bagaimana perasaanku? Aku takut.

Kupikir aku akan berakhir dengan semua perasaan tidak berguna ini, dan kupikir aku akan mengakhiri hidupku dengan semua keputusasaan ini.

Tidak. Aku harus melakukan sesuatu. Aku harus menemukan alasan agar aku bisa terus hidup untuk diriku sendiri. Aku tidak perlu memuaskan siapapun agar aku merasa baik, dan aku tidak perlu menjadikan orang lain sebagai standar, termasuk keluargaku. Jika menurut mereka aku harus melakukan ini dan itu, maka aku akan melakukan ini dan itu dengan caraku, dengan cara yang tidak akan membebaniku. Aku sudah terlalu banyak menyiksa diri, terlalu banyak mengunci semua perasaanku sendiri. Ini sudah cukup. Aku muak.

Aku perlu bergerak. Aku perlu bergerak dengan caraku. Mungkin orang lain bisa berlari, jika aku tidak bisa melakukannya, aku akan berjalan. Jika orang lain bisa berjalan, dan aku tidak mampu melakukannya, aku akan merangkak. Aku merasa sangat cukup dengan ketidakyakinan yang ditanamkan orang-orang padaku, dan aku merasa sudah sangat cukup dengan perasaan tidak mampu atau ketakutan yang selalu kutelan sendiri.

Kali ini, aku tidak boleh berhenti lagi. Jika aku sedih, aku akan menangis. Jika aku marah, aku akan mengungkapkannya. Jika aku bahagia, aku akan tertawa. Jika seluruh dunia masih menahan otoritasku pada diriku sendiri, aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Aku roller coaster, dan tidak ada yang bisa menghentikanku lagi.

1 comment:

  1. Casino in Dallas, TX - Dr.MCD
    › Casino in Dallas, TX › Casino in Dallas, TX Dr.MCD has 아산 출장마사지 partnered with the leading provider of video games. Visit us to experience the excitement 양산 출장마사지 and 서귀포 출장샵 excitement 광명 출장샵 of casino 남원 출장샵 gaming in

    ReplyDelete